Iklan

Tuesday, July 14, 2026, July 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-14T04:23:35Z
Lombok TimurWisata

Wisata Petik Stroberi di Sembalun Kian Diminati, Kesepakatan Aturan Sejak Awal Jadi Kunci Kenyamanan Bersama

Poto : Istimewa

Headline NTB (Lombok Timur)
– Wisata petik stroberi di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, terus menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Keindahan alam pegunungan yang berpadu dengan pengalaman memetik stroberi langsung dari kebunnya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama saat musim liburan.


Seiring meningkatnya jumlah wisatawan, setiap kebun stroberi menerapkan tata tertib yang disesuaikan dengan sistem pengelolaan masing-masing. Perbedaan aturan tersebut merupakan hal yang wajar karena setiap pengelola memiliki cara tersendiri dalam mengelola usaha, menjaga kualitas tanaman, serta memberikan pelayanan kepada pengunjung.


Agar pengalaman wisata berjalan dengan baik, komunikasi antara pengelola dan pengunjung menjadi salah satu faktor yang penting. Penyampaian informasi mengenai tata tertib sebelum aktivitas wisata dimulai dinilai dapat membantu menciptakan kesepahaman sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi di kemudian hari.


Secara umum, aturan yang diterapkan di lokasi wisata dapat mencakup tata cara mengikuti aktivitas wisata, ketentuan selama berada di area kebun, serta berbagai kebijakan lain yang berlaku di lokasi tersebut. Mengingat setiap kebun memiliki sistem yang berbeda, pengunjung tidak dapat menyamakan aturan di satu tempat dengan tempat lainnya.


Karena itu, penyampaian informasi secara terbuka sejak awal menjadi bagian penting dalam pelayanan. Pengelola dapat menjelaskan seluruh ketentuan yang berlaku sebelum pengunjung memulai aktivitas wisata, sementara pengunjung memiliki kesempatan untuk membaca, memahami, dan menanyakan hal-hal yang belum dipahami sebelum memutuskan untuk mengikuti kegiatan tersebut.


Prinsip kesepakatan antara kedua belah pihak menjadi dasar yang penting. Ketika aturan telah disampaikan secara jelas dan dipahami bersama, pengunjung dapat menentukan apakah bersedia mengikuti ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, pengelola juga dapat menjalankan aturan yang telah ditetapkan secara konsisten karena telah diketahui dan disetujui oleh pengunjung sejak awal.



Kesepakatan tersebut tidak hanya memberikan kepastian bagi pengelola dalam menjalankan tata tertib, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada pengunjung karena telah mengetahui hak dan kewajibannya sebelum aktivitas wisata dimulai. Dengan demikian, seluruh proses berlangsung atas dasar pemahaman bersama, bukan karena adanya informasi yang baru diketahui setelah kegiatan berlangsung.


Pada prinsipnya, setiap pengelola memiliki hak untuk menetapkan aturan di kawasan wisata yang dikelolanya sesuai dengan kebijakan masing-masing. Di sisi lain, setiap pengunjung juga memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai aturan tersebut sebelum memulai aktivitas wisata.


Karena itu, komunikasi yang terbuka menjadi kunci. Pengelola diharapkan menyampaikan seluruh ketentuan secara jelas dan mudah dipahami sejak awal. Sementara pengunjung diharapkan membaca, memahami, serta menanyakan hal-hal yang belum jelas sebelum memutuskan untuk mengikuti aktivitas wisata. Apabila seluruh ketentuan telah dipahami dan disetujui, maka aktivitas wisata berlangsung atas dasar kesepakatan bersama.


Dengan adanya kesepahaman sejak awal, potensi terjadinya perbedaan persepsi dapat diminimalkan. Pengelola dapat menjalankan kebijakan yang diterapkan di lokasi usahanya, sementara pengunjung dapat menikmati pengalaman wisata dengan nyaman karena telah memahami aturan yang berlaku.


Sebagai salah satu destinasi agrowisata unggulan di Lombok Timur, wisata petik stroberi di Sembalun diharapkan terus berkembang dengan mengedepankan komunikasi yang baik, keterbukaan informasi, dan saling menghormati antara pengelola dan pengunjung. Melalui prinsip tersebut, pengalaman berwisata tidak hanya menghadirkan keindahan alam dan kesegaran stroberi, tetapi juga menciptakan rasa aman, nyaman, dan saling percaya bagi semua pihak.