Iklan

Friday, August 28, 2026, August 28, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-28T07:39:13Z
Adat dan BudayaLombok Utara

Mulud Adat Bayan Masuk Kharisma Event Nusantara 2026, Parade Seribu Jong Warnai Pembukaan

 

Poto : Headline NTB Media

Headline NTB, (Lombok Utara)Mulud Adat Bayan 2026 menjadi salah satu dari 125 event terpilih dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Penetapan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bayan, Lombok Utara.


Kemeriahan Mulud Adat Bayan 2026 terasa pada Kamis (27/8/2026). Salah satu rangkaian yang menarik perhatian masyarakat adalah Parade Seribu Jong, yang berlangsung dari Pasar Ancak menuju Masjid Kuno Bayan Beleq.


Jong merupakan kain tenun khas Bayan yang dibuat dengan beragam corak dan warna. Kain tenun tersebut dibentuk menyerupai topi panjang berbentuk silinder dan digunakan sebagai penutup kepala bagi kaum perempuan.


Dalam Parade Seribu Jong, masyarakat dari berbagai usia ikut turun meramaikan kegiatan tersebut. Tidak hanya gadis dan ibu-ibu, anak-anak usia TK juga turut mengenakan Jong dan mengikuti parade menuju Masjid Kuno Bayan Beleq.


Suasana semakin meriah dengan iringan alunan musik Gendang Beleq. Tabuhan Gendang Beleq mengiringi langkah para peserta sepanjang perjalanan, menambah semarak suasana budaya yang berlangsung di tengah masyarakat.


Pemandangan peserta dari berbagai usia dengan Jong yang memiliki beragam corak dan warna, ditambah alunan Gendang Beleq, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan pengunjung yang menyaksikan.


Di tengah kemeriahan tersebut, Mulud Adat Bayan 2026 juga membawa catatan penting setelah ditetapkan sebagai salah satu dari 125 event terpilih KEN 2026 oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.


Sebagai bentuk penghargaan, perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyerahkan plakat KEN 2026 secara langsung kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam rangkaian kegiatan Mulud Adat Bayan 2026.


Mulud Adat Bayan juga menerima Piagam Penghargaan sebagai salah satu dari 125 event terpilih Kharisma Event Nusantara 2026. Piagam tersebut ditandatangani oleh Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta pada 13 Mei 2026.


Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Sahabudin, S.Sos., M.Si., mengatakan Mulud Adat Bayan menjadi gambaran hubungan antara agama dan budaya yang hidup berdampingan di tengah masyarakat.


“Mulud Adat telah memberikan kita gambaran bahwa agama dan budaya itu saling berdampingan dan bahkan saling melengkapi di dalam kehidupan masyarakat kita, khususnya kami di Kabupaten Lombok Utara,” ujar Sahabudin.


Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat Lombok Utara tetap menjalankan kehidupan beragama, khususnya Islam, tanpa mengabaikan adat. Dalam kehidupan sehari-hari, penyelesaian secara adat masih menjadi salah satu pilihan ketika terjadi persoalan di tengah masyarakat.


Hal tersebut menunjukkan bahwa adat tidak hanya hadir dalam kegiatan budaya, tetapi juga masih memiliki peran dalam kehidupan sosial masyarakat Lombok Utara.


Keterlibatan anak-anak dalam Parade Seribu Jong menjadi salah satu gambaran bagaimana tradisi tersebut terus dikenalkan sejak dini. Anak-anak usia TK hingga orang dewasa ikut mengambil bagian dalam parade, mengenakan Jong dengan beragam corak dan warna.


Selain Parade Seribu Jong, pembukaan Mulud Adat Bayan juga menghadirkan Live Act Penenun Bayan. Pengunjung dapat melihat secara langsung aktivitas penenun lokal serta mengenal hasil tenun masyarakat Bayan.


Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi para penenun dan pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat dan pengunjung.


Mulud Adat Bayan 2026 berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 dengan mengangkat tema “Merawat Tradisi, Menjaga Bumi”.


Sejumlah kegiatan budaya menjadi bagian dari rangkaian acara, di antaranya Prosesi Praja Mulud, Parade Seribu Jong, Peresean, Local Wisdom Exhibition, Tari Tradisional, Bisqo Menik, Menutu Mulud, Tun Gerantung, serta Bazar UMKM Lokal dan Tenun Bayan.


Masuknya Mulud Adat Bayan sebagai salah satu dari 125 event terpilih KEN 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bayan ke tingkat nasional. Di sisi lain, pengakuan tersebut juga menjadi tanggung jawab bersama agar adat dan tradisi tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.


Parade Seribu Jong dari Pasar Ancak menuju Masjid Kuno Bayan Beleq menjadi salah satu gambaran bagaimana masyarakat Bayan menjaga tradisi secara bersama-sama. Anak-anak hingga orang dewasa ikut ambil bagian, mengenakan Jong dengan beragam corak dan warna, diiringi alunan Gendang Beleq yang membuat suasana Mulud Adat Bayan 2026 semakin semarak.