Iklan

Saturday, July 11, 2026, July 11, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-11T05:28:33Z
Lombok BaratPemerintahan

MBG Terus Berjalan, Prabowo Minta Gubernur, Bupati, Camat hingga Kepala Desa Periksa Dapur MBG

Poto : Ilustrasi AI

Headline NTB (Lombok Barat)
 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilanjutkan sebagai salah satu program prioritas pemerintah. Namun, ia meminta seluruh kepala daerah hingga aparat di tingkat desa untuk memperketat pengawasan agar program tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan terbebas dari praktik penyimpangan.


Arahan itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam kunjungan kerjanya di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).


Prabowo mengatakan tujuan utama pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu dan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.


"Saya ingin Indonesia rakyatnya makmur. Saya ingin rakyat yang paling miskin senyum karena dia ada harapan. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin. Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar," kata Prabowo.


Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis akan terus dijalankan. Namun, pemerintah juga menyadari adanya potensi penyimpangan yang harus dicegah sejak dini.


"MBG kita teruskan. Tapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ," ujarnya.


Karena itu, Presiden meminta gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut, khususnya di dapur-dapur penyedia makanan.


"Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh memeriksa semua dapur MBG. Saudara periksa. Laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya," tegasnya.


Prabowo juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan MBG apabila menemukan dugaan penyimpangan.


"Silakan laporkan. Gampang, ngomong di TikTok, langsung saya kirim tim untuk selesaikan," katanya.

Selain kepala daerah, Presiden meminta jajaran TNI dan Polri di daerah ikut melakukan pengawasan secara profesional.

 

"Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa. Periksa yang artinya baik. Jangan manggil-manggil mau ngerjain. Jangan. Saya sudah lama jadi orang Indonesia," ujarnya.



Menurut Presiden, masyarakat kini semakin mudah mengawasi jalannya program pemerintah karena hampir setiap orang memiliki telepon genggam. Karena itu, praktik mengurangi kualitas atau porsi makanan akan mudah diketahui publik.


"Rakyat punya gadget. Tapi memang ya orang kalau mau nyolong ada saja," kata Prabowo.


Dengan gaya santai, Presiden kemudian mencontohkan pembagian porsi ayam dalam menu MBG. Menurutnya, ukuran porsi yang tidak wajar akan terlihat jelas oleh masyarakat.


"Ayam biasanya dipotong delapan atau sepuluh. Paling kecil dua belas. Jangan pula dipotong delapan belas atau dua puluh. Kelihatan," ujarnya yang disambut tawa para hadirin.


Prabowo juga memberikan perhatian pada penyajian telur dalam menu MBG. Ia meminta agar telur disajikan dalam bentuk utuh, seperti telur rebus atau telur ceplok, sehingga jumlah porsinya lebih mudah diawasi.


"Ibu Nani, kalau dengar pidato ini, MBG jangan bikin telur dadar. Telur rebus atau ceplok saja. Kalau dadar biasanya dicampur macam-macam. Apalagi scrambled atau telur orak-arik, nanti oreknya sedikit lagi," ucapnya.


Menurut Presiden, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat strategis karena menyangkut kualitas generasi penerus bangsa.


"MBG ini sangat strategis karena ini makan untuk anak-anak kita, generasi penerus. Sel otak harus berkembang dengan baik, sel tulang harus baik, sel otot harus baik. Dia berkembang sehat, dia bisa jadi petani yang sehat. Dia bisa jadi pekerja yang baik," tegas Prabowo.


Di akhir arahannya, Presiden kembali mengingatkan pentingnya pengawasan dari semua pihak agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.


"Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh," pungkasnya.