Iklan

Friday, July 10, 2026, July 10, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-10T11:30:52Z
Lombok BaratPemerintahan

Bendungan Meninting Lombok Barat Diresmikan, Sawah Tadah Hujan Kini Bisa Panen Tiga Kali Setahun

 

Poto : Sekretariat Presiden

Headline NTB (Lombok Barat ) – Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (10/7/2026). Dari lokasi Bendungan Meninting, Presiden juga meresmikan secara virtual empat bendungan strategis lainnya, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.

Dalam laporannya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan peresmian lima bendungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional.


Menurut Dody, secara keseluruhan lima bendungan tersebut telah memberikan manfaat layanan irigasi bagi sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian yang didukung jaringan irigasi sepanjang sekitar 280 kilometer.


"Lima bendungan ini telah memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 40.000 hektare yang ditunjang oleh total jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer. Insyaallah, dengan dukungan Bapak Menteri Pertanian, mampu menghasilkan kurang lebih 720.000 ton padi per tahun," ujar Dody Hanggodo.


Selain meningkatkan produksi pangan, lima bendungan tersebut juga memperkuat ketahanan air nasional dengan total daya tampung mencapai sekitar 371 juta meter kubik.


"Untuk ketahanan air, kelima bendungan ini menghadirkan daya tampung sebesar total 371 juta meter kubik dan mampu mengamankan pasokan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik bagi masyarakat serta memberikan perlindungan terhadap kurang lebih 932 hektare wilayah dari potensi banjir," katanya.


Kelima bendungan itu juga mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 9,6 megawatt dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung sebesar 346 megawatt.


"Sedangkan untuk ketahanan energi, infrastruktur ini turut menyumbang potensi pembangkit listrik tenaga air sebesar 9,6 megawatt dan pembangkit listrik tenaga surya terapung sebesar 346 megawatt," lanjut Dody.


Ia menegaskan bahwa pembangunan bendungan tidak berhenti pada selesainya konstruksi, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyediaan air irigasi, air baku, pengendalian banjir, hingga pengembangan energi.

 

Secara khusus, Dody menjelaskan Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi persoalan ketersediaan air yang selama ini dihadapi petani di Lombok Barat. Sebelum bendungan beroperasi, konflik akibat perebutan air saat musim tanam kerap terjadi.


"Khusus Bendungan Meninting sendiri, bendungan ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini selalu terjadi antarpetani di Lombok Barat karena mereka selalu berebut air manakala musim tanam tiba," ujarnya.


Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung sekitar 10 juta meter kubik air sehingga pasokan air dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.

 

"Alhamdulillah dengan adanya bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan 10 juta meter kubik air, kini dapat dimanfaatkan sepanjang tahun," katanya.


Bendungan tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang sekitar 26 kilometer yang mampu mengairi sekitar 1.600 hektare sawah. Kehadiran bendungan mengubah lahan yang sebelumnya hanya mengandalkan air hujan menjadi sawah beririgasi yang lebih produktif.

 

"Sawah yang tadinya bergantung pada air hujan semata, kini menjadi sawah yang bisa diairi dari bendungan seluas sekitar 1.600 hektare. Dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 kilometer, sawah yang sebelumnya hanya panen satu kali dalam setahun, hari ini sudah bisa menjadi tiga kali musim panen. Produktivitasnya juga meningkat menjadi sekitar 6,3 ton per hektare," jelas Dody.


Selain meningkatkan produktivitas pertanian, Bendungan Meninting juga menyediakan air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik yang mampu melayani kebutuhan air minum sekitar 100 ribu jiwa.


Keberadaan bendungan ini juga berperan mengurangi potensi banjir di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Gunungsari, Lingsar, dan Batulayar di Kabupaten Lombok Barat, serta sebagian wilayah Kota Mataram.


Di sisi lain, Bendungan Meninting memiliki potensi untuk mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), kawasan pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah sekitarnya.


Dengan kapasitas tampung sekitar 10 juta meter kubik, Bendungan Meninting diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air di Lombok Barat. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian melalui layanan irigasi bagi 1.600 hektare sawah, tetapi juga menyediakan air baku bagi sekitar 100 ribu jiwa, mengurangi potensi banjir, serta membuka peluang pengembangan energi baru terbarukan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.


Bendungan Meninting menjadi salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.