![]() |
| Poto : Istimewa |
Headline NTB (Lombok Timur) – Saniah, warga Dusun Bagek Polak, Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, akhirnya berhasil dipulangkan ke kampung halamannya setelah mengalami kecelakaan saat berada di Malaysia. Kepulangan tersebut mengakhiri perjuangan panjang keluarga yang sebelumnya nyaris menjual rumah untuk menanggung biaya perawatan dan pemulangan yang mencapai sekitar Rp380 juta.
Muhrim, pemuda asal Lombok Timur yang dipercaya sebagai juru bicara keluarga Saniah, menyampaikan bahwa biaya perawatan Saniah di Hospital Segamat, Malaysia, mencapai sekitar Rp300 juta. Sementara itu, biaya pemulangan dari Batam menuju Lombok dengan pendampingan dokter, perawat, serta menggunakan pesawat Lion Air mencapai sekitar Rp80 juta.
Besarnya biaya tersebut membuat keluarga mengambil langkah terakhir dengan menawarkan rumah untuk dijual. Namun, rumah tersebut tidak jadi terjual karena seluruh proses pemulangan hingga penanganan lanjutan Saniah di Lombok dapat terlaksana tanpa membebani keluarga.
Saniah diketahui mengalami kecelakaan di Malaysia sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Setelah kejadian, ia mendapatkan pertolongan dari petugas ambulans yang kebetulan melintas di lokasi dan kemudian dibawa ke Hospital Segamat sekitar pukul 07.00 pagi untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah menjalani perawatan di Malaysia, Saniah dipindahkan ke Batam sebelum akhirnya diterbangkan menuju Lombok menggunakan pesawat Lion Air. Selama perjalanan, Saniah didampingi dokter dan perawat hingga tiba dengan selamat di Lombok untuk menjalani perawatan lanjutan di RSUP Provinsi NTB.
Muhrim berharap peristiwa yang dialami Saniah dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya warga Nusa Tenggara Barat yang ingin bekerja di luar negeri. Menurutnya, masyarakat sebaiknya tidak mudah tergiur dengan tawaran gaji tinggi dan tetap memilih jalur resmi sebagai pekerja migran Indonesia agar lebih mudah dalam pengurusan administrasi apabila terjadi sesuatu selama berada di perantauan.
Atas nama keluarga Saniah, Muhrim juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Republik Indonesia dan semua pihak yang telah membantu proses penanganan Saniah, mulai dari perawatan di Malaysia, pemindahan ke Batam, pemulangan ke Lombok, hingga perawatan lanjutan di RSUP Provinsi NTB.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui BP2MI, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Dinas Tenaga Kerja dan BAZNAS Lombok Timur, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Fathul Bahri bersama BAZNAS Lombok Tengah, BAZNAS Provinsi NTB, BAZNAS Batam, BP3MI, Direktur RSUP Provinsi NTB dr. H. Asrul Sani, Direktur Lion Air, Direktur Rumah Sakit Awal Bros Batam beserta dokter dan perawat yang merawat serta mendampingi Saniah hingga Lombok, serta seluruh sahabat yang bertugas di KJRI Malaysia, KBRI Kuala Lumpur, termasuk Vely, dan seluruh pihak yang terlibat dalam membantu proses penanganan Saniah.
Dalam pernyataannya, Muhrim menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan kepada Saniah dan keluarganya.
"Kami sebagai jubir penyambung lidah keluarga Saniah bersama seluruh keluarga Saniah, sudah tidak tau ucapan yang kami sampaikan atas kontribusi yang sungguh besar di berikan pada saudara kami Saniah. Semoga semua elemen tersebut di berikan kesehatan oleh Allah SWT, atas semua kontribusinya tercatat sebagai Amal ibadahnya & Semoga Allah membalasnya kebajikan oleh kebajikan, serta selalu mengangkat derajat pemerintahan. Kami rakyat, mendukung penuh semua program pemerintah berbasis kerakyatan." Jum'at (17/7/2026)
Kepulangan Saniah ke Lombok menjadi akhir dari perjuangan panjang yang hampir membuat keluarganya kehilangan satu-satunya aset yang dimiliki. Kisah ini juga menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia serta sinergi berbagai pihak dalam membantu warga yang mengalami musibah di luar negeri.
.jpeg)