Iklan

Friday, July 17, 2026, July 17, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-17T07:17:24Z
BimaPeristiwa

Kapal wisata berlayar dari Gili Trawangan tenggelam di perairan Tanjung Katupa Bima, 29 WNA dan 16 WNI selama

Poto : Istimewa


Headline NTB – Bima
– Sebuah kapal wisata yang berlayar dari Gili Trawangan, Lombok Utara, menuju Pulau Komodo tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, pada Kamis (16/7/2026) malam. Seluruh 45 orang yang berada di atas kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, terdiri dari 29 warga negara asing (WNA), 16 warga negara Indonesia (WNI), termasuk awak kapal.


Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.45 WITA saat kapal melintasi perairan Tanjung Katupa. Di tengah perjalanan, kapal dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya tenggelam.


Data Kantor SAR Mataram mencatat, sebanyak 45 orang berada di atas kapal, terdiri dari delapan anak buah kapal (ABK) dan 37 penumpang. Dari jumlah tersebut, 16 orang merupakan WNI dan 29 lainnya merupakan WNA yang sedang melakukan perjalanan wisata dari Gili Trawangan menuju Pulau Komodo.


Menerima laporan kejadian, Kantor SAR Mataram segera berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait dan mengerahkan personel dari Pos SAR Bima. Operasi penyelamatan melibatkan Polairud Polres Bima, KSOP Bima, SROP Bima, BPBD Kabupaten Bima, KUPP Labuhan Lombok, serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.


Tiga kapal, yakni Sukha Sail, Majestic, dan Sultan, merespons sinyal darurat dengan cepat dan bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi para korban.


Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan kapal Sukha Sail menjadi yang pertama berhasil mengevakuasi seluruh korban dari lifecraft.



"Selanjutnya, para korban dievakuasi ke kapal Majestic dan Sultan. Sebanyak 17 orang dievakuasi ke kapal Sultan, sementara 28 orang lainnya berada di kapal Majestic," ujar Hariyadi.


Untuk membawa seluruh korban ke daratan, pada Jumat (17/7/2026) pukul 02.45 WITA, KM Amokti Palapa diberangkatkan dari Pelabuhan Bima menuju titik penjemputan yang telah ditentukan.


Hariyadi mengatakan keselamatan seluruh penumpang dan kru menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian dan pertolongan.


"Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan kru. Alhamdulillah, kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan telah tiba pada pukul 09.23 WITA di Pelabuhan Bima menggunakan KM Amokti Palapa untuk penanganan lebih lanjut," katanya.


Seluruh korban kemudian menjalani proses pendataan dan penanganan lebih lanjut setibanya di Pelabuhan Bima. Tidak ada korban jiwa maupun korban yang dinyatakan hilang dalam insiden tersebut.


Setelah seluruh penumpang dan awak kapal dipastikan tiba dengan selamat di Pelabuhan Bima, Kantor SAR Mataram secara resmi menutup Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR), menandai berakhirnya operasi penyelamatan yang berlangsung sejak kapal dilaporkan tenggelam pada Kamis malam.