Iklan

Wednesday, August 12, 2026, August 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-12T10:23:38Z
Lombok BaratPeristiwaSAR

Evakuasi Korban Kapal Penumpang Terbakar di Selat Lombok Masih Berlangsung, 173 Orang Berhasil Dievakuasi

Poto : Istimewa

Headline NTB (Lombok Barat) – Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian dan penanganan korban pascainsiden terbakarnya sebuah kapal penumpang di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8) pagi sekitar pukul 04.15 WITA. Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berlangsung.


Berdasarkan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR hingga berita ini diturunkan, sebanyak 173 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia.


Untuk mengoptimalkan proses pencarian dan evakuasi, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah alat utama, di antaranya KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, kapal yacht "No Comment" dan "Still Here", Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta Rigid Buoyancy Boat (RBB).



Operasi tersebut melibatkan unsur dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, SGi Air Bali dengan dukungan Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, KMP Parama Kalyani, awak kapal yacht, tim medis, masyarakat setempat, serta instansi terkait lainnya.


Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan bahwa Tim SAR Gabungan di lapangan masih berada dalam status siaga penuh. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban, baik penumpang maupun kru kapal, mendapatkan penanganan medis dan evakuasi secara cepat serta optimal.


"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi. Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan seluruh unsur terkait guna mempercepat proses penanganan darurat ini," ujar Muhamad Hariyadi dalam keterangan resminya.


Hariyadi menambahkan, pihaknya akan terus memperbarui data secara berkala seiring dengan perkembangan proses pencarian dan evakuasi di lapangan.